2 Cerpen Bahasa Arab Singkat

2 Cerpen bahasa arab singkat. Bertemu lagi dengan saya selaku admin blog bahasa arab dan artinya, sudah lama sekali blog bahasa arab ini tak kami update, kini saatnya saya update dengan artikel seputar bahasa arab lagi, untuk kesempatan kali ini saya kembali membawakan artikel tentang cerpen atau cerita pendek berbahasa arab disertai dengan artinya.
2 Cerpen Bahasa Arab Singkat

Cerpen Pertama

كَلَامُ النَّاسِ

Perkataan Manusia

مَرَّ رَجُلٌ فِي الشَّارِعِ رَاكِبًا حِمَارَهُ, وَتَارِكًا وَلَدَهُ يَمْشِي خَلْفَهُ, فَقَالَ النَّاسُ : هَذَا الرَّجُلُ غَيْرُ رَحِيْمٍ, رَكِبَ عَلَى الْحِمَارِ وَجَعَلَ وَلَدَهُ الصَّغِيْرُ يَمْشِي رَاجِلًا.

Seorang laki-laki melewati suatu jalan dengan menunggangi keledainya, dan ia membiarkan anaknya berjalan kalki di belakangnya, maka manusia (orang-orang yang ia lewati) berkata : laki-laki ini tidak penyayang, ia naik di atas keledainya dan membiarkan anaknya yang mesih kecil berjalan kaki.

سَمِعَ الرَّجُلُ مَا قَالَهُ النَّاسُ فَتَرَجَّلَ وَجَعَلَ وَلَدَهُ يَرْكَبُ, وَ مَرَّ عَلَى قَوْمٍ فَقَالُوْا : هَذَا الْوَلَدُ لَا يَحْتَرِمُ أَبَاهُ, رَكِبَ عَلَى الْحِمَارِ وَتَرَكَ أَبَاهُ يَمْشِي عَلَى قَدَمَيْهِ.

Laki-laki tersebut mendengar apayang dikatakan orang-orang tersebut, maka iapun (turun dari keledainya) berjalan dan menjadikan anaknya naik (di atas keledai), dan ia pun melewati suatu kaum (sekelompok orang) maka mereka pun berkata : anak ini tidak menghormati ayahnya, ia naik di atas keledai dan membiarkan ayahnya berjalan kaki. Baca Juga : 3 Teks Pidato Bahasa Arab Tentang Menuntut Ilmu

سَمِعَ الرَّجُلُ مَا قَالَهُ النَّاسُ, فَرَكِبَ مَعَ وَلَدِهِ عَلَى الْحِمَارِ, وَ مَرَّ عَلَى قَوْمٍ آخَرِيْنَ فَقَالُوْا : هَذَانِ اثْنَانِ رَاكِبَانِ عَلَى حِمَارٍ مِسْكِيْنٍ ! لَيْسَ فِي هَذَا رَحْمَةٌ.

Laki-laki tersebut mendengar apayang dikatakan orang-orang tersebut, maka iapun naik ke atas keledai bersama anaknya. dan ia melewati suatu kaum yang lainnya maka merekapun berkata : dua orang ini naik di atas keledai yang kasihan! tidak ada rasa kasihan.

ثُمَّ تَرَجَّلَ الْواَلِدُ وَ وَلَدُهُ وَتَرَكَا ظَهْرَ الْحِمَارِ, وَسَارَا إِلَى جَانِبِهِ, فَمَرَّا عَلَى قَوْمٍ فَقَالُوْا : هَذَا الرَّجُلُ غَبِيٌّ يَمْشِي مَعَ وَلَدِهِ عَلَى الْأَرْضِ, وَيَتْرُكُ الْحِمَارَ يَمْشِي وَحْدَهُ فَلَا يَرْكَبُهُ أَحَدٌ.

kemudian laki-laki tersebut berjalan kaki bersama anaknya dan membiarkan (mengosongkan) punggung keledai, dan mereka berdua berjalan disamping keledai tersebut, kemudian mereka berdua melewati suatu kaum lalu mereka berkata : laki-laki ini bodoh, ia berjalan kaki bersama anaknya dan membiarkan keledainya berjalan sendirian tanpa ada yang menaiki.

عِنْدَ ذَالِكَ قَالَ الرَّجُلُ لِوَلَدِهِ : يَا وَلَدِي كَلَامُ النَّاسِ لَا يَنْتَهِي وَلَوْ كَانَ الْحِمَارُ مَحْمُوْلًا عَلَى أَيْدِيْنَا. 

ketika itu laki-laki itu berkata kepada anaknya : wahai anakku perkataan manusia itu tidak ada habisnya meskipun keledai itu kita bawa dengan tangan kita.

Cerpen Kedua

Cerpen kedua ini berkenaan tentang aktifitas saat libur, di mana diceritakan bahwa sang anak ingin mengajak bapaknya untuk berlibur ke Turki (kota istambul) dan sang bapakpun setuju membawa sanga anak liburan ke sana.

أَحَبَّ صَالِحٌ أَنْ يَعْرِفَ شَيْئًا عَنْ مَدِيْنَةِ إِسْتَنْبُول فِي تُرْكِيَا, فَسَأَلَ وَالِدَهُ أَنْ يُعْطِيَهُ فِكْرَةً عَنْهَا.

قَالَ الْأَبُ : يَاوَلَدِي... مَدِيْنَةُ إِسْتَنْبُول مِنْ أَكْبَرِ الْمُدُنِ الْإِسْلَامِيَّةِ, فِيْهَا مَسَاجِدُ كَثِيْرَةٌ, وَتَتَّصِلُ قَارَّةُ أَوْرُبَّا بِقَارَّةِ آسِيَا فِي وَسَطِ هذِهِ الْمَدِيْنَةِ كَمَا يَتَّضِحُ عَلَى الْخَرِيْطَةِ, وَقَدْ فَتَحَ الْمُسْلِمُوْنَ هَذِهِ الْمَدِيْنَةَ مُنْذُ مَئَاتِ السِّنِيْنَ

اِعْتَادَ سُكَّانُ إِسْتَنْبُولَ الْبَرْدَ الَّذِي يَشْتَدُّ فِي الشِّتَاءِ, وَاسْتِقْبَالَ الزَّائِرِيْنَ فِي الصَّيْفِ.

قَالَ صَالِحٌ : هَلْ نُمْكِنُ أَنْ نًسَافِرَ إِلَى إِسْتَنْبُول وَنُقِيْمُ فِيْهَا شَهْرَيْنِ فِي الْعُطْلَةِ بَعْدَ أَنْ يَنْقَضِيَ الْعَامُ الدِّرَاسِيُّ ؟

قَالَ الْأَبُ : اِتَّفَقْنَا, نَسْتَخِيْرُ اللهَ وَ نُسَافِرُ.

قَالَ صَالِحٌ : وَ هَلْ سَنُسَافِرُ بِالطَّائِرَةِ ؟

قَالَ الْأَبُ : نَعَمْ وَلَكِنَّنَا لَنْ نَسْتَغْنِيَ عَنْ اِسْتَخْدَامِ الْخَطِّ الْحَدِيْدِيِّ وَرُكُوْبِ الْقِطَارِ بَيْنَ الْمُدُنِ.

Artinya :

Soleh ingin mengetahui sekelumit tentang kota Istambul di Turki, ia pun bertanya kepada bapaknya untuk memberitahukan tentang berbagai hal tentang kota ini.

Bapaknya berkata : Wahai ankku, kota Istambul termasuk kota islam terbesar, di sana ada banyak masjid, benua Eropa dan Asia terhubung di tengah kota ini sebagaimana bisa dilihat dengan jelas di peta, kaum muslimin telah menaklukkan kota ini sejak ratusan tahun yang lalu.

Para penduduk kota Istanbul telah terbiasa dengan cuaca dingin yang begitu menyengat di musim dingin serta mereka terbiasa menyambut tamu di musim panas.

Soleh berkata : mungkinkah kita pergi ke Istanbul dan berdiam di sana selama 2 bulan pada liburan ini setelah selesai tahun ajaran ini?

Bapaknya berkata : oke kita sepakat, kita solat istikharah dan setelah itu (di liburan ini) kita pergi.

Soleh berkata : kita ke sana pakai pesawat?

Bapak berkata : ya, akan tetapi kita di sana selalu butuh kereta api yang melintasi rel untuk pergi ke kota-kota lain di sana.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan sekarang ini tentang cerpen bahasa arab singkat, semoga saja apa yang kami sampaikan ini bermanfaat terutama bagi anda yang sedang belajar bahasa arab. Sekian dan terima kasih.

2 Cerpen Bahasa Arab Singkat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: BahasaArab.co.id

0 comments: