Kisah Nabi Muhammad Disihir

Kisah nabi muhammad disihir. Kisah tentang disihirnya Nabi Muhammad saw adalah kisah yang shahih, kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dan selain mereka berdua, seluruh ummat Islam menerimanya sebagai kisah / hadits yang shahih, terkecuali para ahli bid'ah yang menolaknya, di bawah ini kami bawakan teks hadits  (artinya / terjemahannya) untuk mengetahui teks bahasa arabnya silahkan merujuk kepada kitab hadits sebagaimana yang kami bawakan perawi dan no haditsnya di akhir hadits di bawah ini:

Kisah Nabi Muhammad Disihir

"Dari A'isyah -radiallohu anha- bahwasanya Nabi -shallallahu alaihi wasallam- disihir sampai dikhayalkan kepada beliau bahwa beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak pernah melakukan sesuatu tersebut, sampai suatu hari beliau memanggil (memanggil A'isyah istri beliau), beliau memanggail lantas berkata : "Apakah engkau tahu bahwa Allah telah memberitahuku tentang obat untuk penyakitku?" Ada dua (2) orang mendatangi saya, lalu salah satu dari dua orang ini duduk di atas kepala saya dan satunya lagi berada di kakiku, maka salah satu dari dua orang ini bertanya kepada temannya : "Apa penyakitnya orang ini?" Dijawab : "Dia disihir", Laki-laki yang lainnya berkata : "Siap yang menyihirnya?" Dijawab : "Labid bin A'sham" Dia berkata lagi : "Dengan apa dia disihir?" Dijawab : "Dengan sisir & rontokan rambut saat disisir, & dengan mayang pohon kurma jantan.” 

A'isyah bertanya : "Lalu di mana sihir itu sekarang?" Beliau menjawab : "Di sumur Dzarwan". Maka Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wasallam- lantas keluar menuju tempat tersebut, setelah kembali dari tempat itu beliau berkata kepada A'isyah : "Pohonnya (yang berada di dekat sumur itu) laksana kepala syaithan." Lalu A'isyah lantas bertanya, “Wahai Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- , tidakkah Anda meminta dikeluarkan (sihir itu)?” Beliau lantas menjawab, “Allah -ta'ala- telah menyembuhkanku (dari sihir itu), dan aku tak mau memberi pengaruh yang buruk kepada orang-orang dlm hal itu”. (HR Bukhari no.3268, Muslim no.2189).

Sebagian ahli bid'ah mengingkari akan kebenaran hadis tersebut di atas. Mereka menyangka bahwasa hal ini (di sihirnya Nabi) bertentangan dgn ke-ma’shum-an Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, yakni / maksudnya : konsekwensi adanya cacat atau aib terhadap risalah / agama Islam yang beliau bawa.

Mereka (ahlul bid'ah itu) sudah melakukan kesalahan terkait hal ini. Hendaknya diketahui bahwa sihir itu sama sekali tak berpengaruh apa-apa terkait penyampaian risalah yang beliau emban dan tak berpengaruh apa-apa terhadap kemaksuman beliau.

Baca Artikel Pendidikan Lainnya:

Himah Dibalik Nabi Muhammad Disihir

Di antara hikmah tersihirnya Nabi adalah supaya dlm diri Nabi terdapat uswah (suri tauladan) untuk umat beliau. Bila salah seorang dr umatnya tersihir, maka sungguh manusia yg lebih mulia/baik darinya (yaitu baginda Rasulullah SAW)-pun juga pernah tersihir. Juga memberikan ummatnya contoh bahwa bila sihir menimpa seseorang tak perlu datang kepada dukun, tukan tenung dan para pendusta / dajjal, yang harus dilakukan adalah meminta pertolongan hanya kepada Dzat yang Kuasa atas segala sesuatu yaitu Allah-azza wa jalla- sebagaimana yang dilakukan beliau tatkala di sihir oleh Labid bin al-A'sham al-Yahudi ini.

Sebagaimana bila salah seorang dari ummat beliau ditimpa dengan kepapaan dan kemiskinan, maka beliau yang meruapakan sebaik-baik manusia pernah tertimpa hal yang sama, bahkan pernah suatu ketika beliau -saking laparnya- mengikatkan kain di perut beliau untuk menahan lapar. Begitu pula tatkala ada di antara ummat ini yang tertimpa musibah, maka anusia bahkan rasul dan nabi terbaik pernah mendapat musibah dan begitu seterusnya.

Dari kisah tentang disihirnya Rasulullah ini pula kita ketahui bahwa di antara barang dagangan dan hobi orang Yahudi adalah sihir sebagaimana disinyalir oleh Allah dalam al-Qur'an (lihat al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat : 102), mereka (orang Yahudi) berusaha sekuat tenaga melancarkan sihir kepada Nabi, termasuk dalam kisah ini, di mana Nabi disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin al-A'sham, namun Nabi-pun bersabar dan meminta pertolongan kepada Allah.

Namun sekali lagi sihir yang menimpa beliau sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kebenaran rsialah Islam yang beliau bawa, Ibnu Hajar -semoga Allah merahmati beliau- (salah seorang ulama syafi'iyyah) berkata setelah menjelaskan tentang bagaimana pandangan ahlul bid'ah tentang pengingkaran mereka terhadap hadits ini : ...Adapun yang berkaitan dengan perkara dunia maka yang tak ada kaitannya dengan risalah / agama yang beliau bawa maka beliau bisa saja tertima dengannya sebagaimana manusia biasa tertimpa juga dengannya, maka tak menutup kemungkinan beliau dikhayalkan melakukan sesuatu padahal tak melakukannya, dan hal tersebut tetap tidak terjadi dalam hal-hal yang berkaitan dengan penyampaian agama / risalah islam ini. (lihat "Fathul Baari : 2 / 226-227).

Demikian secara singkat tentang pembahasan disihirnya Rasulullah dengan judul Kisah Nabi Muhammad Disihir yang telah kami tuliskan disertai keterangan ulama, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Kisah Nabi Muhammad Disihir Rating: 4.5 Diposkan Oleh: BahasaArab.co.id

0 comments: