25++ Contoh Idhafah

Contoh idhafah. Dalam ilmu tata bahasa arab dikenal apa yang dinamakan dengan idhafah atau biasa disebut dengan mudhaf dan mudhaf ilaih, sangat penting sebenarnya untuk dipelajari, karena susunan idhafah atau mudhaf dan mudhaf ilaih ini sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya, kata rasulullah, Abdurrahman, masjid almuhajirin dan contoh-contoh lainnya, semua kata tadi merupakan sebuah kata yang tersusun dari dua kata yang salah satunya di-idhafahkan kepada yang lain.

25++ Contoh Idhafah

Pengertian Idhafah / Mudhaf dan Mudhaf Ilaih

Secara bahasa “idhafah” artinya penyandaran, “mudhaf” artinya yang disandarkan sedangkan “mudhaf ilaih” artinya tempat bersandar. Secara istilah bisa dikatakan bahwa “Idhafah” / “Mudhaf dan Mudhaf Ilaih” ialah penyandaran sebuah kata bahasa arab (berupa kata benda / isim) kepada kata yang lain dan membentuk suatu makna baru yang berbeda dengan makna masing-masing dari dua kata tadi. 

Dalam susunan “Idhafah” yang datang terlebih dahulu adalah mudhafnya baru setelah itu mudhaf ilaih-nya.

Beberapa Kondisi Terkait Dengan Mudhaf

A. Mudhaf tidak boleh dalam kedaan “muhalla bi alif lam” / tidak boleh disertai dengan alif lam, karena sudah terhitung isim makrifah disebabkan karena ia disandarkan kepada isim yang makrifah, contoh:

مَسْجِدُ السُّنَّةِ

Kata “masjidu” di sini adalah mudhaf dan kata “as-sunnah” di sini adalah mudhaf ilaih, bisa diperhatikan bahwa kata “masjidu” di sini tidak boleh di sertai dengan alif lam (ال). Contoh lainnya :

عَبْدُ اللهِ

عَبْدُ الرَّحْمَنِ

عَبْدُ الْغَفُوْرِ

عَبْدُ الْمَلِكِ

جَامِعَةُ الْأَزْهَرِ

مُسْتَشْفَى الدَّوْلَةِ

B. Karena mudhaf sudah dianggap “isim makrifah” maka ia tidak boleh tanwin (karena tanwin merupakan cici khas isim nakirah), bisa anda lihat pada contoh susunan mudhaf dan mudhaf ilaih yang telah kami bawakan di atas, atau silahkan lihat contoh-contoh idhafah di bawah ini:

رَئِيْسُ الْمَدْرَسَةِ

رَئِيْسُ الدَّوْلَةِ

بَيْتُ الْمُدَرِّسِ

وَسَائِلُ الْاِتِّصَالِ

وَسَائِلُ النَّقْلِ

فِعْلُ الْأَمْرِ

خَطُّ الرِّقْعَةِ

بَعْضُ الْبِلاَدِ

Jika kita mengambil salah satu contoh idhafah di atas yaitu : بَيْتُ الْمُدَرِّسِ , kita bisa melihat bahwa kata “baitu” tidaklah dalam keadaan bertanwin walaupun ia adalah tidak memakai “alif lam”.


C. Setiap ada isim (kata benda) yang disambung / datang setelahnya dhamir, maka itu adalah susunan idhafah, isim tersebut sebagai mudhaf dan dhamir itu sebagai mudhaf ilaihnya. Dhamir tersebut adalah mudhaf ilaih yang mabni dalam keadaan majrur. Contohnya banyak sekalai, berikut di antara contoh idhafah dengan susunan : isim + dhamir:

كِتَابُهُ

كِتَابُكُمْ

كِتَابُنَا

كِتَابُكُنَّ

كِتَابُهُمْ

كِتَابُكُمَا

كِتَابُهُمَا

كِتَابُهُنَّ

كِتَابِيْ

Jika kita mengambil salah satu contoh idhafah di atas, misalnya : كِتَابُهُ , di sini “kitab” sebagai mudhaf sedangkan dhamir “ haa’” sebagai mudhaf ilaih yang mabni dengan dhammah dengan mahal jar karena ia adalah mudhaf ilaih.

D. Memmbuang nun jamak mudzakkar salim dan juga nun mutsanna saat isim tersebut menjadi mudhaf, hal ini sebagaimana kata sebagian ahli nahwu bahwa nun pada mutsanna dan jamak mudzakkar salim adalah sebagai iwadh / pengganti tanwin pada isim mufrad, sehingga jika ia menjadi mudhaf nun tersebut haruslah dibuang. Contohnya sebagai berikut :

مُسْلِمُو الْيَابَانِ

مُدَرِّسُو الْإِنْجلِيْزِيَّةِ

كِتَابَا مُحَمَّدٍ

قَلَمَا الطَّالِبِ

مُسْلِمُو إِنْدُوْنِيْسِيَا

مُسْلِمُو السُّعُوْدِيَّةِ

قَائِلُو النَّصِّ

مَدِيْنَتَا الدَّوْلَةِ

Jika kita ambil contoh (untuk yang jamak mudzakkar salim) satu saja yaitu misalnya : مُدَرِّسُو الْإِنْجلِيْزِيَّةِ , asalanya adalah مدرسون lalu karena ia jadi mudhaf maka berubah menjadi مدرسو (nun-nya dibuang).

Untuk yang mutsanna, kita ambil satu contoh lagi, yaitu : قَلَمَا الطَّالِبِ , asalanya adalah قلمان namun karena ia adalah mudhaf maka nun-nya dibuang menjadi قلما.

Beberapa Keadaan Berkaitan Dengan Mudhaf Ilaih

A. Mudhaf ilaih selalu majrur (tanda asli jar adalah kasrah dan bisa digantikan dengan tanda- tanda lainnya, semisal “ya’” sebagai pengganti kasarah pada jamak mudzakkar salim dan mutsanna).

B. Mudhof ilaih selalu makrifah, dan makrifahnya bisa jadi karena :

- Sebuah isim didahului oleh “alif lam”, bisa jadi juga karena isim itu adalah isim “alam” / nama orang, bisa jadi juga berupa dhamir. Contoh-contoh bisa anda lihat pada contoh-contoh sebelumnya.

Demikianlah artikel kami tentang contoh-contoh idhafah, semoga bermanfaat dan bisa anda mengerti maksud kami tentang idhafah ini.

25++ Contoh Idhafah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: BahasaArab.co.id

0 comments: